Kamis, 11 Desember 2008

Agen Liar Penyalur TKI Harus Segera Ditertibkan

KOMPAS - Sabtu, 23 Sep 2000 Halaman: 11 Penulis: Mulyadi, Agus Ukuran: 4071


AGEN LIAR PENYALUR TKI HARUS SEGERA DITERTIBKAN

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) di sejumlah daerah
serta Kepolisian RI, hendaknya segera menertibkan agen-agen liar
penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI). Penertiban seperti itu perlu
segera dilakukan, agar korban kerakusan mereka tidak bertambah
lagi.Agen-agen liar itu hanya mencari keuntungan semata, tanpa
memikirkan bagaimana nasib TKI yang dikirimnya nanti saat sudah
berada di luar negeri.

Sejumlah TKI laki-laki dan perempuan yang sedang mengadu nasib di
Brunei Darussalam mengemukakan harapan tersebut kepada wartawan
Kompas Agus Mulyadi di Bandar Seri Begawan, Jumat (22/9). Pendapat
serupa dikemukakan beberapa orang pengurus Paguyuban TKI (Patki) yang
ditemui di Bandar Seri Begawan.

"Kami juga berupaya menekan ruang gerak agen-agen liar penyalur
TKI, dengan cara menyebarkan informasi tentang keberadaan dan siapa
mereka di sejumlah daerah di Indonesia. Penyebaran informasi
dilakukan agar calon TKI yang hendak pergi ke luar negeri, tidak
sampai tertipu oleh mereka. Patki hanya mencoba membantu pemerintah
dan TKI," kata Ketua Umum Patki, Hadianto, yang ditemani Ketua Patki
perwakilan Brunei Darussalam, Mahmud Sailan.

Sekitar 40 TKI perempuan di Brunei Darussalam, saat ini terpaksa
menginap berdesakan di gedung belakang KBRI (Kedutaan Besar Republik
Indonesia) di Brunei Darussalam. Mereka umumnya diperlakukan tidak
manusiawi oleh majikannya. Salah satu penyebab terjadinya kasus-kasus
yang menimpa mereka, juga diduga akibat peran agen liar penyalur TKI
ke Brunei. Para TKI itu ditempatkan di tempat kerja tidak seperti
yang telah dijanjikan sebelumnya.

Upaya Patki menutup ruang gerak agen liar penyalur TKI, ungkap
Hadianto, dilakukan pula di Brunei Darussalam. Penyalur liar TKI itu
dimasukkan dalam daftar hitam (black list) yang juga disebarkan ke
sejumlah agen resmi di Brunei. Cara seperti itu diharapkan, akan
mampu mempersempit peluang agen liar penyalur TKI untuk mencari
mangsa calon TKI di Indonesia.

Menurut Hadianto, salah satu penyebab berjatuhannya korban-korban
dari kalangan TKI di luar negeri adalah ulah agen liar penyalur TKI
tersebut serta majikan yang memang kurang baik. TKI yang datang ke
Brunei melalui agen liar, misalnya, sering mendapatkan kerja tidak
sesuai yang dijanjikan. Ulah agen liar itu pula yang telah
menyebabkan TKI tidak bekerja sesuai dengan keahliannya.

Mahmud Sailan, Ketua Patki perwakilan Brunei, mengungkapkan pula,
perbuatan sadis agen liar penyalur TKI pernah terjadi di Brunei
beberapa waktu lalu. Sebanyak 42 TKI laki-laki yang baru datang dari
Indonesia, setibanya di Brunei langsung dibawa ke hutan. Oleh
penyalurnya itu, mereka hanya dibekali cangkul dan alat pertanian
lainnya. Ke-42 TKI yang dijanjikan bekerja di ladang perkebunan itu
ditinggal begitu saja di tengah hutan, tanpa dibekali apa-apa.


Kasus penipuan itu terbongkar, setelah satu hari berikutnya mereka keluar
hutan. Agen yang telah menyalurkan mereka, telah menghilang.
Dugaan banyaknya agen liar penyalur TKI, dikemukakan pula
Sekretaris Dua KBRI di Brunei, Achmad DH Irfan. "Perusahaan pengerah
TKI resmi untuk Brunei saat ini hanya sebanyak 26 perusahaan,"
katanya.

Salah seorang TKI laki-laki asal Makassar berusia 25 tahun yang
baru tiba di Brunei tidak mau bekerja, karena kenyataan yang diterima
tidak sesuai yang dijanjikan penyalurnya. Saat di kampung halaman,
agennya menjanjikan hendak mempekerjakan dia di bengkel las, serta
mendapatkan fasilitas kelengkapan keselamatan kerja dan perumahan.

Kenyataan di lapangan, perlengkapan kerja untuk melindungi
keselamatannya pun tidak ada. Dia pun tidak mendapatkan perumahan.
"Lebih baik saya pulang, kalau tidak mendapatkan kerja seperti
yang dijanjikan. Saya akan tuntut agen yang telah mengirim saya ke
sini," kata laki-laki yang telah membayar uang hampir Rp 10 juta itu
agar bisa mendapat pekerjaan di Brunei. *

1 komentar:

  1. Syukur Alhamdulillah di tahun ini Saya mendapatkan Rezeki yg berlimpah sebab sudah hampir 9 Tahun Saya bekerja di (SINGAPORE) tdk pernah menikmati hasil jeripaya saya karna Hutang keluarga Sangatlah banyak namun Akhirnya, saya bisa terlepas dari masalah Hutang Baik di bank maupun sama Majikan saya di Tahun yg penuh berkah ini,
    Dan sekarang saya bisa pulang ke Indonesia dgn membawakan Modal buat Keluarga supaya usaha kami bisa di lanjutkan lagi,dan tak lupa saya ucapkan Terimah kasih banyak kepada MBAH SURYO karna Beliaulah yg tlah memberikan bantuan kepada kami melalui bantuan Nomor Togel jadi sayapun berhasil menang di pemasangan Nomor di SINGAPORE dan menang banyak
    Jadi,Bagi Teman yg ada di group ini yg mempunyai masalah silahkan minta bantuan Sama MBAH SURYO dgn cara tlp di Nomor ;082-342-997-888 percaya ataupun tdk itu tergantung sama anda Namun inilah kisa nyata saya

    BalasHapus