KOMPAS - Rabu, 02 May 2001 Halaman: 15 Penulis: Mulyadi, Agus Ukuran: 5560
TKI di Korea Selatan
WASWAS TERUS MEMIKIRKAN KELUARGA
SEBANYAK 30 orang tenaga kerja asal Indonesia (TKI), saat ini
sedang belajar teknologi keramik di pabrik keramik PT Hankook
Chinaware, di Cheongju, Korea Selatan. Mereka selama dua tahun magang
di perusahaan keramik terbesar Korsel itu, dan sesudahnya pulang ke
Indonesia, untuk kembali bekerja di cabang perusahaan itu, PT Hankook
Keramik Indonesia di Pasarkemis, Kabupaten Tangerang. Sebelum mereka,
sebanyak 570 teman-teman pekerja satu pabrik di Tangerang, juga
magang di Hankook Chinaware.
Selama masa magang, para pekerja Indonesia itu terpaksa berpisah
dengan anak, dan istri atau, keluarga mereka di Tanah Air. Dalam
perantauan itu, mereka selalu merasa was-was dengan kondisi sosial,
politik, dan ekonomi di Indonesia. Terlebih lagi, mereka merasa
khawatir dengan keamanan di Indonesia.
Berbagai kerusuhan, keributan, dan peristiwa kriminal tanpa
penyelesian hukum secara tegas, membuat mereka merasa khawatir dengan
keamanan keluarganya di Indonesia. Dari jauh mereka berharap, situasi
di Indonesia dapat segera membaik sehingga ada jaminan rasa aman bagi
warganya.
"Kami mengikuti perkembangan di Tanah Air selama hampir dua tahun
ini, baik melalui berita-berita di televisi, maupun dari berita di
internet. Kami tidak habis mengerti, mengapa situasi di Indonesia
sampai dengan sekarang belum juga membaik," kata sejumlah pekerja
Indonesia yang sedang magang di Hankook Chinaware
Salah seorang pekerja, Aroni Sofyan (26), selalu berharap
pulihnya situasi di Indonesia. Ketika pulang ke Indonesia pada
Agustus 2001 nanti, dia menginginkan kembali ke negara yang aman dan
tenteram.
"Saya berangkat ke Korea Selatan pada masa pemerintahan Presiden
BJ Habibie. Sampai sekarang situasi di Indonesia tidak berubah
menjadi lebih baik. Belakangan ini malah segala kekisruhan politik
dan kemerosotan ekonomi semakin menjadi-jadi," kata ayah seorang anak
berusia 1,5 tahun yang belum sempat dilihatnya secara langsung.
Anak Sofyan, Unita Maharani, lahir ketika dia sudah berada di Korea
Selatan. Maharani kini tinggal bersama ibunya di Lampung Selatan.
Harapan agar negara tercinta Indonesia kembali membaik di segala
bidang, dikemukakan pula seorang pekerja magang di Hankook Chinaware
lainnya, Uji Triono (30). Laki-laki itu berharap situasi di Indonesia
bisa seperti di Korea Selatan. Dengan situasi tidak menentu di Tanah
Air saat ini, Uji pun merasa khawatir dengan keselamatan keluarganya.
Apalagi kedua anaknya saat ini masih di bawah umur.
Sama seperti Sofyan, Uji pun belum bisa bertemu langsung dengan
anaknya yang nomor dua. Anak perempuan berusia satu tahun empat bulan
yang diberi nama Korea Fitri Amalia, lahir ketika Uji sudah berada di
Korea Selatan untuk magang di Hankook Chinaware.
Uji dan Sofyan mengharapkan agar para elite politik di Indonesia
menghentikan pertikaiannya. Para elite politik seharusnya
memperhatikan nasib warga negaranya yang secara terus-menerus
dihimpit penderitaan, seperti kesulitan ekonomi, rasa aman yang
semakin tidak menentu, serta persoalan lainnya.
"Para elite politik seharusnya berpikir bagaimana menyejahterakan
rakyatnya. Mereka jangan terus-menerus ribut, sehingga mengabaikan
bagaimana membangun Indonesia agar rakyatnya hidup sejahtera," kata
Uji dan Sofyan, di sela-sela kunjungan DPRD dan Pemerintah Kabupaten
Tangerang ke PT Hankook Chinaware, Senin (30/4) sore.
***
BEBERAPA pekerja asal Indonesia lainnya di Hankook Chinaware,
Korea Selatan, Eko Budiono (30), Supriyanto (27), Hermawan (30), dan
dan teman-teman mereka, menyatakan pendapat serupa. Mereka berharap,
ketika pulang ke Indonesia nanti situasinya telah membaik. "Kami
ingin ketika pulang nanti, situasi di Indonesia sudah membaik,
sehingga kami bisa kembali bekerja di Tangerang dengan rasa aman,"
kata mereka.
Pekerja-pekerja yang sedang berada di negara yang jauh dari Tanah
Air tersebut, mengharapkan agar situasi di Indonesia bisa seperti di
Korea Selatan. Dengan adanya rasa aman, keadaan ekonomi yang bagus,
dan hal-hal baik lainnya, menyebabkan mereka dapat bekerja dengan
tenang. "Meskipun kami di negara orang, kami bisa bekerja dengan
tenang," kata Eko.
Mungkin karena merasa nyaman di negara orang, Hermawan misalnya
berharap bisa lebih lama berkerja dan tinggal di Korea Selatan.
Selain memiliki rasa aman, dan nyaman dalam bekerja, dan bertempat
tinggal, Hermawan dan pekerja lainnya, mendapat bayaran yang layak
dari Hankook Chinaware. Saat ini Hermawan mendapat gaji 300 dollar AS
per bulan, atau sekitar Rp 3,5 juta. Jumlah itu, mustahil didapatnya
jika bekerja di Indonesia.
Hermawan bersama pekerja Indonesia lainnya, tinggal pula di mes
perusahaan di kawasan pabrik. Kondisi kamar tempat tinggal mereka,
tidak ubahnya seperti di hotel-hotel bintang dua di Indonesia.
Mereka pun mendapat makan secara gratis dari perusahaan setiap hari.
Namun sayang, harapan Hermawan untuk bisa lebih lama tinggal di
Korea Selatan tidak bakal terwujud. Sesuai dengan masa kerja
magangnya di Korea Selatan selama dua tahun, dia harus kembali ke
kampung halamannya di Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, pada Agustus
2001 nanti. Dalam perjalanan pulang nanti, dia mungkin masih merasa
cemas dengan situasi di negaranya, Indonesia, jika konflik masih
terus terjadi. (Agus Mulyadi, dari Cheongju, Korea Selatan).
Kamis, 11 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar